|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 28 March 2012 04:56 |
|
Pada Tanggal 27 Maret 2012, PPSW Pasoendan melaksanakan launching Rumah Pintar di Cianjur, di hadiri oleh para kader local, kepala Desa, Kecamatan Sukaluyu, tokoh masyarakat dan tim dari PPSW Pasoendan sebanyak 80 orang, acara cukup meriah di awali dengan doa bersama oleh bpk Ustad, sambutan dari bapak kepala desa, bapak Camat, dan dari Direktur PPSW Pasoendan,di akhiri dengan pemutaran video kegiatan Rumah Pintar.
Rumah Pintar yang di singkat Rumpin, merupakan program PPSW Pasoendan kerjasama dengan kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Masyarakat Non Formal & Informal dan SIKIB ( Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu). Program Rumpin dimulai pada bulan Nopember 2010, fasilitas di rumpin ini yaitu terdapat :
1. Sentra baca untuk meningkatkan pengetahuan anak dan orang dewasa.
2. Sentra bermain yang edukatif – APE (in door dan out door).
3. Sentra computer yaitu pengenalan teknologi komunikasi dan informasi sehingga masyarakat mendapatkan pengetahuan dan wawasan melalui teknologi IT.
4. Sentra Kriya ; yaitu Rumah pintar ini juga diperuntukan perempuan basis untuk mendapatkan ketrampilan hidup dan ketrampilan vokasional yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat, untuk sentra kriya akan disiapkan sarana dan alat belajar, yaitu : Mesin jahit dan Alat untuk pembuatan kue dan masakan.
5. Sentra panggung; yaitu sentra yang menyediakan ruang aktivitas dan kreativitas anak dan masyarakat.
Aktivitas yang dilakukan ini menggunakan rumah sewa, sebenarnya pada program ini telah disediakan biaya untuk penambahan ruang, namun karena rumah yang digunakan untuk aktivitas adalah rumah sewa, maka PPSW Pasoendan melakukan pembelian tanah, biaya penambahan ruang digunakan untuk menambahkan biaya pembangunan Rumpin, pembangunan dimulai pada bulan Maret 2011, peletakan batu pertama dari SIKIB yaitu ibu Rustini Muhaimin Iskandar ( istri Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi), pembangunan ternyata memerlukan waktu yang cukup lama karena biaya pembangunan sangat mahal, dana berasal dari sisa biaya-biaya kegiatan program PPSW Pasoendan.
|
|
Last Updated on Wednesday, 28 March 2012 05:31 |
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 22 March 2012 02:34 |
|
PPSW PASOENDAN STUDI BANDING KE KP IBU BREBES
Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Pasoendan (PPSW Pasoendan) Kabupaten Karawang, Jawa Barat melakukan studi banding ke Kelompok Pendamping (KP) Ibu Kabupaten Brebes. Pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Brebes mewakili Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi adalah Asisten II Sekda Brebes, Ir. Muhamad Iqbal dan Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Ny. Dra. Hj. Amy Agung Widyantoro, M.Kes di OR Setda Brebes, Kamis (19/1).
Studi banding ini merupakan koordinasi kemajuan pemodelan KP Ibu di Kabupaten Brebes dan Kabupaten/Kota lain di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pemilihan KP Ibu Kabupaten Brebes sebagai objek studi banding menurut Nursamsi, dari BPMPD Kabupaten Karawang karena di Kabupaten Brebes sudah diterbitkan Peraturan Desa dan Peraturan Kecamatan. “Hasil studi banding di beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah, semua berkomitmen tidak memakai susu formula dalam bentuk apapun untuk menyusui bayi,” Kata Nursamsi.
|
|
Last Updated on Thursday, 22 March 2012 02:39 |
|
Read more...
|
|
Written by Media Info
|
|
Wednesday, 30 November 2011 03:58 |
|
PPSW Galang 1000 Tanda Tangan Tolak Susu Formula (Media Info) Karawang - Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pasoendan menggelar gerakan 1000 tanda tangan menolak susu formula di halaman kantor Camat Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Bart. Gerakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemberian Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif pada bayi. Program Manajer PPSW Pasoendan, Catur Handayani Yulianti, mengatakan, ada unsur pembodohan pada masyarakat dalam anjuran menggunakan susu formula. Padahal penggunaan susu formula tidak baik untuk bayi. "Dengan gencarnya iklan susu formula di media dengan berbagai kegunaannya, masyarakat menjadi tertarik, padahal tidak baik menggunakannya untuk bayi. Faktor gengsi juga membuat masyarakat banyak menggunakan susu formula. Terkadang masyarakat juga jadi melupakan asupan gizi lainnya untuk bayi," katanya.
|
|
Last Updated on Wednesday, 14 March 2012 07:59 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 12 October 2011 09:28 |
|
KEGIATAN JALAN SANTAI, DALAM RANGKA HELARAN POSYANDU SE-KECAMATAN PURWASARI

Rangkaian kegiatan Helaran Posyandu dalam program “Kesehatan berbasis masyarakat untuk membangun ketahanan dan kekuatan keluarga melalui Posyandu di wilayah Karawang” pada tanggal 4-6 Oktober 2011 Kegiatan antar desa dan puncaknya diselengrarakan di Kecamatan Purwasari meliputi jalan santai Posyandu se-Kecamatan Purwasari, Promosi makanan sehat lokal, dan permainan rakyat.
Balita beserta orang tua yang datang dalam helaran posyandu mendapat pembelajaran tentang permainan rakyat yang mempunyai nilai kearifan lokal dan dapat merangsang tumbuh kembang anak, serta makanan sehat lokal yang bisa di berikan pada balita dengan berbagai bentuk yang disukai mereka.
Pemberian makanan ini sebagai upaya untuk mempromosikan makanan sehat lokal yang murah dan bergizi dimana diharapkan para ibu bisa membuat di rumah karena bahan-bahannya mudah didapatkan di lingkungan sekitar.Sedangkan media rakyat merupakan upaya dalam mengkampanyekan gerakan mendukung pemberian ASI Ekslusif serta membiasakan diri dalam melakukan kegiatan mencuci tangan
|
|
Last Updated on Thursday, 29 December 2011 02:50 |
|
PELANGGAR IZIN TINGGAL DIPULANGKAN |
|
|
|
|
Written by kompas.com
|
|
Thursday, 22 September 2011 03:37 |
|
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah mendata sedikitnya 1.000 warga negara Indonesia, termasuk tenaga kerja Indonesi dan anak-anak, pelanggar izin tinggal. Mereka antre pendataan pemulangan di halaman asrama haji bekas Bandara Jeddah, di bawah suhu udara 40 derajat Celsius.
Demikian siaran pers Fungsi Penerangan Sosial Budaya KJRI Jeddah yang diterima di Jakarta, Rabu (21/9/2011).
Arab Saudi merupakan negara yang menjadi tujuan penempatan TKI terbesar kedua setelah Malaysia. Banyak WNI yang masuk menggunakan visa kunjungan, kemudian bekerja di negara itu.
Pendataan ini bermula dari unjuk rasa ratusan WNI bermasalah dari berbagai kota di Arab Saudi, di depan KJRI Jeddah akhir pekan lalu. Mereka mendatangi KJRI setelah menerima informasi dari media elektronik, situs berita, dan keluarga di Indonesia mengenai adanya program pemulangan gratis.
|
|
Last Updated on Thursday, 29 December 2011 02:29 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |